Sumber:
Sakura
Desember 26, 2010
Bunga Sakura, hmmmm,,, siapa sih yang gag kenal sama bunga yang satu ini. Yak, Sakura-Samurai-Fujiyama adalah tiga serangkai identitas khas Jepang yang populer.
Sakura adalah istilah mekarnya bunga
cherry di Jepang. Jadi salah besar ding kalo nyangka
Sakura itu nama bunga. Kata terdekatnya, yaitu
saku artinya adalah mekar (
blossoms). Jadi, peristiwa mekarnya bunga
cherry (
cherry blossoms) varietas
Prunnus serrulata disebut
sakura dan entah sejak kapan bunga
cherry tersebut menjadi bunga
sakura.
Oya, bunga Sakura sendiri tidak hanya terdapat di Jepang lho. Di China dan di Korea juga kebanyakan Asia Timur lainnya juga ada mekarnya bunga
Sakura. Mungkin karena Jepang lebih
jor-joran promosinya kali.
Hanami
Di
Jepang sendiri ada suatu tradisi menikmati bunga sakura (semacam piknik gitu) dengan menggelar tiker di bawah pohon cerri yang sedang mekar (sakura) sambil makan-makan dan bercanda ria bersama keluarga. Nama tradisi itu adalah
Hanami. Jika ditelusuri sejarahnya,tradisi
Hanami itu sendiri berasal dari periode Nara (710-794 M). Hanya saja saat itu bukan
sakura yang jadi objeknya, melainkan bunga pohon
uma (sejenis cerri).
Tradisi
Hanami di bawah
sakura dimulai sejak periode Heian (794-1185 M). Namun saat itu, tradisi
Hanami hanya bisa dinikmati oleh keluarga raja dan para bangsawan (
shogun/daimyo). Namun seiring berjalannya waktu, perlahan-lahan kaum
samurai juga bisa menikmatinya. Dan sejak periode
Edo, tradisi
Hanami menjadi sesuatu yang lumrah bagi kebanyakan orang Jepang. Tercatat
shogun Tokugawa Yoshimune waktu itu giat menggalakkan penanaman pohon
Sakura dan tradisi
Hanami.
Sakura mekar pada awal musim semi. Diawali di kepulauan
Okinawa di selatan pada bulan Januari dan bergerak terus ke utara.
Sakura mekar di
Kyoto dan
Tokyo pada akhir Maret atau pada permulaan April. Kemudian sampai di
Hokkaido beberapa minggu kemudian. Karena
Sakura mekar pada awal musim semi, sehingga
sakura-pun kemudian menjadi simbol musim semi dan kehidupan yang baru.
Hampir semua wilayah di Jepang memiliki pohon
Sakura. Karena
Sakura seakan-akan telah menjadi bagian dari budaya dan identitas Jepang itu sendiri. Terbukti dari banyaknya budaya maupun hasil budaya yang melibatkan bunga
Sakura. Salah satunya
sakura menjadi metafora dari kehidupan fana (
ephemeral nature of life). Dalam ajaran
Buddha sendiri,
sakura adalah simbol dari filosofi
Mono no aware (empati/sensitivitas terhadap sesama). Nah, belakangan ini
sakura juga dilibatkan dalam budaya pop Jepang seperti
manga, anime, dan
J-pop. Misalnya temen
kunoichi nya Naruto,
Sakura-chan.
Selama perang dunia ke-2,
Sakura merupakan penggerak semangat nasionalisme tentara
Nippon saat itu. Mereka menjahitkan lambang
sakura dalam seragam perang. Atau yang lebih ekstrem adalah menggambar bunga sakura pada badan pesawat kemudian meledakan pesawat bersama-sama sang pilot (
kamikaze/suicide bombing). Tentara Jepang yang mati saat perang, jiwanya dianggap tetap hidup bersamaan dengan mekarnya bunga
Sakura.
Nah, ada beberapa
varietas Sakura yang tumbuh di Jepang. Diantaranya,
Prunus serrulata, Prunnus speciosa, Prunus x yedoensis dan
Prunus sargentii.
Varietas yang paling terkenal adalah
Prunus x yedoensis yang dikenal dengan nama
Somei Yoshino. Warna bunganya hampir putih semua dengan variasi pink pucak dekat tangkai bunga. Ada juga
sakura yang mekar pada akhir musim gugur dan terus hingga pertengahan musim dingin.
Varietas ini dikenal dengan nama
winter sakura (fuyuzakura). Adapun varietas lainnya, diantaranya
yamazakura, yaezakura dan
shidarezakura.
Selain di Jepang,
Sakura juga ditemukan di negara-negara Asia Timur lainya seperti
China, Korea (khususnya di pulau
Jeju) dan di Filipina. Namun belakangan ini,
sakura juga dikembangkan di negara-negara barat seperti di Amerika, Kanada, Inggris dan di Turki.
Bunga
sakura, kerapkali dijadikan acar yang diasinkan (asinan) dan dijadikan bumbu dalam masakan Jepang tertentu. Acar bunga
Sakura kadangkala dicampur dengan air panas yang disebut
sakurayu yang diminum pada event tertentu, misalnya saat pesta pernikahan sebagai ganti teh hijau. Bunga
sakura yang sering digunakan biasnya adalah
sakura jenis
Oshima karena teksturnya yang lembut. Namun, karena bunga
Sakura mengandung senyawa
Coumarin, mengkonsumsinya dalam jumlah banyak sangat tidak dianjurkan.